Penggunaan Media Sosial Sejak Dini Dikaitkan dengan Penurunan Prestasi Belajar Anak

Penggunaan Media Sosial Anak Menjadi Sorotan Penelitian Terbaru

Penggunaan media sosial pada anak dan remaja kembali menjadi perhatian setelah sebuah riset terbaru yang diterbitkan pada Agustus 2026 menemukan adanya dampak negatif terhadap prestasi akademik. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa anak yang mulai memiliki akun media sosial pada usia lebih muda cenderung memperoleh hasil belajar yang lebih rendah dibandingkan siswa yang menunda penggunaan media sosial hingga usia yang lebih matang.

Penelitian berjudul Longitudinal Effect of Early Social Media Use on Standardized Learning Outcomes During School Career tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah Nature Human Behaviour pada 3 Agustus 2026. Riset ini melibatkan 5.227 siswa di Italia utara dan menganalisis hubungan antara usia pertama menggunakan media sosial dengan perkembangan prestasi akademik mereka selama masa sekolah.

Para peneliti membandingkan siswa yang mulai memiliki akun media sosial ketika berada di kelas 6, 7, atau 8 dengan siswa yang baru menggunakan media sosial pada kelas 9 atau setelahnya. Untuk meningkatkan keakuratan hasil, penelitian juga mempertimbangkan kemampuan akademik siswa sebelum menggunakan media sosial.

Nilai Matematika dan Bahasa Mengalami Penurunan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial sejak usia dini memiliki hubungan negatif yang cukup kuat dengan hasil belajar, terutama dalam mata pelajaran matematika dan bahasa Italia.

Siswa yang mulai menggunakan media sosial pada kelas 6 tercatat memperoleh nilai yang lebih rendah dibandingkan kelompok siswa yang menunda penggunaan media sosial. Ketika memasuki tingkat pendidikan berikutnya, kesenjangan tersebut tetap terlihat, bahkan dalam matematika pengaruh negatifnya menjadi lebih besar.

Menurut hasil penelitian, siswa yang mulai menggunakan media sosial lebih awal menunjukkan penurunan kemampuan akademik yang setara dengan kehilangan sebagian waktu belajar dibandingkan siswa yang mulai menggunakan media sosial lebih lambat. Perbedaan tersebut menjadi perhatian karena terjadi dalam periode penting perkembangan kemampuan berpikir, konsentrasi, dan kebiasaan belajar anak.

Namun, penelitian tersebut tidak menemukan dampak negatif yang sama pada kemampuan bahasa Inggris. Para peneliti menduga bahwa banyaknya konten media sosial berbahasa Inggris dapat memberikan paparan tambahan terhadap kosakata dan penggunaan bahasa tersebut.

Gangguan Konsentrasi Diduga Menjadi Salah Satu Penyebab

Salah satu faktor yang diduga berperan adalah meningkatnya kebiasaan memeriksa telepon pintar dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Anak yang sering membuka media sosial dapat mengalami gangguan konsentrasi ketika belajar, mengerjakan tugas, maupun beristirahat.

Media sosial dirancang untuk memberikan pembaruan secara cepat dan terus-menerus. Notifikasi, video pendek, serta berbagai bentuk konten baru dapat membuat pengguna terdorong untuk terus memeriksa perangkat mereka. Bagi anak dan remaja, kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi waktu dan perhatian yang digunakan untuk belajar.

Penelitian ini juga memberikan bukti bahwa penggunaan media sosial yang lebih awal tidak hanya berkaitan dengan satu hasil ujian tertentu, tetapi dapat memengaruhi perkembangan akademik dalam jangka waktu yang lebih panjang. Para peneliti menggunakan data nilai standar pada beberapa tahap pendidikan untuk melihat perkembangan siswa dari waktu ke waktu.

Pentingnya Pendampingan Digital bagi Anak

Temuan riset terbaru ini tidak berarti bahwa teknologi harus sepenuhnya dijauhkan dari anak. Media sosial dan internet juga dapat memberikan manfaat, seperti akses terhadap informasi, pembelajaran, kreativitas, dan komunikasi.

Namun, hasil penelitian menunjukkan pentingnya pendampingan orang tua dan guru dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Anak perlu belajar menggunakan teknologi secara seimbang agar aktivitas digital tidak mengganggu pendidikan, waktu istirahat, maupun interaksi sosial secara langsung.

Sekolah juga dapat mengambil peran dengan meningkatkan literasi digital. Pendidikan tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab perlu diberikan sejak dini, termasuk mengenai pengelolaan waktu dan kemampuan menjaga fokus ketika belajar.

Kesimpulan

Riset terbaru tahun 2026 ini menambah bukti bahwa usia ketika anak mulai menggunakan media sosial dapat berkaitan dengan perkembangan prestasi belajar. Dengan melibatkan lebih dari lima ribu siswa, penelitian ini menemukan bahwa penggunaan media sosial sejak usia dini berhubungan dengan hasil yang lebih rendah dalam matematika dan bahasa Italia.

Bagi orang tua dan pendidik, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa teknologi perlu digunakan secara bijak. Pendampingan, batasan waktu yang sehat, serta kebiasaan belajar yang baik dapat membantu anak memperoleh manfaat teknologi tanpa mengorbankan perkembangan pendidikan mereka.

Sumber: Media Nature

Edit Template

Speak with Confidence
Grow with Knowledge

Kantor

© 2026 Created by Dillo